Aku percaya 570% terhadap kutipan itu. Itu motto hidupku. Keluarga bukan darah siapa yang mengalir di tubuhmu, tapi siapa yang kamu sayangi dan sayang kamu. It applies to every aspect of my life. Aku tinggal pisah dari kedua orangtuaku selama 4 tahun terakhir dan aku belajar untuk menyayangi mereka yang menyayangiku, karena kadang keluarga biologismu is fucked up and there's nothing you can do to fix it so you learn to love someone else as much to replace your broken family.
Aku nggak pernah menyayangkan atau menyalahkan apa yang terjadi; itu kerjaannya adikku. I try not to think about it at first but as time goes it comes naturally to me. Keluarga itu sangat penting untukku, simply because mine is broken and I encourage people to love theirs.
Jangan pernah lupa mengingatkan seseorang yang kamu sayang bahwa kamu sayang dia, they could be gone any second and you'll regret you don't tell them that sooner. These past 4 years I learned to truly love someone enough for them to be considered a part of my family. Tapi terkadang ketika kamu menganggap orang lain sebagai keluargamu, keluargamu ada yang akan tersisihkan, karena kadang sayangmu untuk keluargamu tidak cukup besar untuk mengalahkan sayangmu pada orang lain itu. Salah? Nggak juga. Sebagai keluarga biologis, sekali terikat darah ya sudah terikat seumur hidup. Mau nggak mau pasti akan berhubungan. Love is love, you can't and shouldn't hold it. Express it. All the time. Spread love. Pada akhirnya, kamu akan kembali ke tempat kamu bermula.
Don't forget to tell your family I love you before bed, love.
xoxo,
Nala.

0 books:
Post a Comment